15
Des
Oleh ummu salamah pada Aqidah. Ditandai:akhlaq, al-hayiy, asmaul husna, sifat malu. Tinggalkan sebuah Komentar
Diantara Al-Asma’ul Husna adalah Al-Hayiy. Artinya, yang memiliki sifat Al-Hayaa’, yang berarti malu. Sehingga makna Al-Hayiy adalah Yang Maha Pemalu. Dalam hadits dari Salman Al-Farisi radhiyallohu ‘anhu, dari Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda :
“Sesungguhnya Alloh Maha Pemalu dan Pemurah. Dia malu bila seorang lelaki mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong dan hampa.” [Shahih, HR.Abu Dawud no.1488 dan Tirmidzi no.3556 dan beliau mengatakan hasan gharib. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud dan At-Tirmidzi]
Dari Ya’la radhiyallohu ‘anhu, bahwa Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam melihat seseorang mandi di tempat terbuka tanpa memakai sarung. Maka Nabi naik mimbar dan mengucapkan pujian serta sanjungan kepada Alloh subhanallohu wa ta’ala, kemudian berkata :
“Sesungguhnya Alloh Maha Pemalu dan Maha Menutupi. Dia mencintai sifat malu dan sifat menutupi, maka bila seseorang dari kalian mandi hendaklah dia menutup diri.” [Shahih, HR.Abu Dawud no.4012, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud. Lihat juga Al-Irwa' no.2335]
Lanjutkan membaca
26
Nov
Oleh ummu salamah pada Aqidah. Ditandai:fitnah, jin, makhluk halus, qorin, syaithon. 1 Komentar
Pertanyaan :
Assalamualaikum,
Ustadz, ana ingin menanyakan suatu hal berkaitan dengan jin pendamping manusia, apakah benar (ada hadist nya) tentang jin pendamping manusia? karena ana dulu pernah membaca suatu buku (afwan lupa judulnya) yang mengatakan jin pendamping Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam masih hidup. apakah makhluk halus yang dilihat sebagian manusia baik itu berupa kuntilanak, pocong, atau lainnya adalah jin biasa atau jin pendamping yang menyerupai manusia yang didampinginya sewaktu hidup? apakah ada buku referensi mengenai hal ini?
Jazaakumullahu khair
Ardian
24
Nov
Oleh ummu salamah pada Aqidah. Ditandai:bencana, dajjal, fitnah, kiamat, ramalan, suku maya, syirik, tauhid. & Komentar
Ramalan akan terjadinya kiamat pada tahun 2012 disadur dari sistem penanggalan Kalender Bangsa Maya yangg -menurut mereka- merupakan kalender paling akurat hingga kini yang pernah ada di bumi, yang mana perhitungan Maya Calendar dimulai dari 3113 SM sampai 2012 M. Mereka (bangsa Maya) menyatakan pada tahun 2012 -tepatnya tanggal 21 Desember 2012- merupakan “End of Times”, hanya saja maksud dari “End of Times” itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan dan arkeolog.
Ala kulli hal, tidak mungkin ada seorang muslim yang baik islamnya lantas dia membenarkan ramalan ‘basi’ seperti ini. Sungguh sudah pernah ada ramalan-ramalan seperti ini sebelumnya akan tetapi tentu saja tidak ada satupun yang benar bahkan mendekati kebenaran juga tidak [1]. Dan cukuplah menjadi dalil tertolaknya ‘ramalan’ ini bahwa ini merupakan ramalan orang-orang musyrik (bangsa maya) yang agamanya sama sekali tidak bersumber dari langit. Kalau Allah dan Rasul-Nya menyuruh kita untuk tidak mempercayai ‘ramalan’ seorang yang mengaku muslim, maka bagaimana lagi dengan ramalan kaum musyrikin?!
Lanjutkan membaca
20
Nov
Oleh ummu salamah pada Fatawa. Ditandai:'azal, anak, hamil, KB, memperbanyak keturunan, rezeki, sterilisasi, suami istri. Tinggalkan sebuah Komentar
Pertanyaan :
Apa pendapat anda terhadap seorang suami yang menyetujui dilakukannya sterilisasi atau semacamnya terhadap istrinya di rumah sakit guna mencegah kehamilan ?
Jawaban :
Al-Imam Al-Muhaddits Muqbil ibnu Hadi Al-Wadi’i -semoga Alloh merahmati beliau- menjawab, “Hal itu tidak dibolehkan, karena Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Menikahlah kalian dan perbanyaklah keturunan kalian, karena sesungguhnya aku berbangga-bangga dengan banyaknya kalian di hadapan umat-umat yang lain pada hari kiamat kelak.”
Lanjutkan membaca
19
Nov
Oleh ummu salamah pada Fatawa. Ditandai:al-qur'an, amalan untuk mayit, doa, kirim pahala, menghafal al-qur'an, shodaqah, syaikh bin baz, wakaf. & Komentar
Pertanyaan :
Bolehkah bagi saya untuk meng-khatamkan Al-Qur’an dan saya hadiahkan untuk ayah dan ibu saya, untuk diketahui bahwa keduanya ummi (tidak bisa baca tulis). Dan bolehkah saya khatamkan Al-Qur’an untuk saya hadiahkan kepada orang yang bisa baca tulis tapi saya (memang) bermaksud menghadiahkannya kepadanya ? Juga apakah boleh bagi saya untuk mengkhatamkan Al-Qur’an untuk saya hadiahkan kepada lebih dari satu orang ?
Jawaban :
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah menjawab :
Tidak terdapat dalam Al-Qur’an yang mulia ataupun dalam hadits yang suci dari Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam, tidak pula dari para shahabatnya yang mulia, sesuatu yang menunjukkan disyariatkannya menghadiahkan bacaan Al-Qur’an Al-Karim untuk kedua orangtua atau untuk yang lain. Alloh ‘azza wa jalla mensyariatkan membaca Al-Qur’an untuk diambil manfaat darinya, diambil faedah darinya serta untuk dipahami maknanya lalu diamalkan. Alloh berfirman :
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang berakal.” QS. Shad ; 29
Lanjutkan membaca
18
Nov
Oleh ummu salamah pada Info. Ditandai:agar tidak menjadi teroris, dauroh, malang, thollibul 'ilmi. Tinggalkan sebuah Komentar
HADIRILAH DAUROH ILMIAH AHLUS SUNAH WAL JAMA’AH DI MALANG
Hari/Tanggal :Sabtu, 21 November 2009
W a k t u :08.00-selesai WIB
Tema: AGAR PUTRA PUTRI ANDA TIDAK MENJADI TERORIS,
T e m p a t :Masjid Muhajirin Jl. Bendungan sigura gura barat Kampus I ITN Malang
Pembicara:Al-Ustadz Luqman Ba’abduh (Pengasuh Ma’had Salafy Jember)
Peserta :Terbuka untuk umum
baarokallohu fiikum,,,
http://al-ilmu.info/
==========================================
baca juga…..,
17
Nov
Oleh ummu salamah pada Aqidah. Ditandai:azab kubur, ghibah, meratapi mayit, namimah, neraka jahannam, pendusta, percikan air kencing, pezina, syirik. Tinggalkan sebuah Komentar
Banyak sekali hal-hal yang menyebabkan seseorang mendapatkan azab kubur. Sampai-sampai Al-Imam Ibnul Qoyyim dalam kitabnya, Ar-Ruh menyatakan: “Secara global, mereka diazab karena kejahilan mereka tentang Alloh ‘azza wa jalla, tidak melaksanakan perintah-Nya, dan karena perbuatan mereka melanggar larangan-Nya
Maka Alloh tidak akan mengazab ruh yang mengenal-Nya, mencintai-Nya, melaksanakan perintah-Nya, dan meninggalkan larangan-Nya. Demikian juga, Alloh tidak akan mengazab satu badan pun yang ruh tersebut memiliki ma’rifatullah (pengenalan terhadap Alloh) selama-lamanya.
Sesungguhnya azab kubur dan azab akhirat adalah akibat kemarahan Alloh ‘azza wa jalla dan kemurkaan-Nya terhadap hamba-Nya. Maka barangsiapa yang menjadikan Alloh marah dan murka didunia ini, lalu dia tidak bertaubat dan mati dalam keadaan demikian, niscaya dia akan mendapatkan azab di alam barzakh sesuai dengan kemarahan dan kemurkan-Nya.” [Ar-Ruh hal.115]
Lanjutkan membaca
16
Nov
Oleh ummu salamah pada Fiqh. Ditandai:buaya, daging buaya, hewan buas, obat, penyakit. Tinggalkan sebuah Komentar
Pertanyaan :
Bismillah, mohon penjelasan makan daging atau minim minyak buaya, karena ana pernah melihat di pasar ada penjual obat menjualx katanya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. jazaakallah khoir.
Abu Ahmad Al-gorontaliy / fandi
Jawaban :
Oleh Abu Zakariya Abdurrahman Rizki
Bismillahirrahmanirrahim,
Buaya, menurut pendapat yang shahih di kalangan ulama termasuk diantara hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi, baik sebagai makanan atau untuk obat-obatan.
9
Nov
Oleh ummu salamah pada Fiqh. Ditandai:amal sholih, dzulhijjah, haji, hari arafah, puasa, sholat sunnah. Tinggalkan sebuah Komentar
Amalan yang dianjurkan pada hari-hari tersebut :
a. Shalat
Disunnahkan bersegera mengerjakan shalat fardhu dan memperbanyak shalat sunnah, karena semua itu merupakan ibadah yang paling utama. Dari Tsauban radiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda :
Hendaklah kalian memperbanyak sujud kepada Allah, karena setiap kali kamu bersujud, maka Allah mengangkat derajat kamu, dan menghapus kesalahan kamu
Hal tersebut berlaku umum di setiap waktu.
Lanjutkan membaca
4
Nov
Oleh ummu salamah pada Aqidah. Ditandai:hati, ikhlas, khusyu', sholat, sutrah, tauhid. & Komentar
Bagaimanakah cara menghadirkan KHUSYU’ di dalam sholat ? Dalam permasalahan ini, ulama kita memberikan beberapa bimbingan, diantaranya :
1. Meminta perlindungan (isti’adzah) kepada Alloh subhanallohu wa ta’ala dari gangguan dan godaan setan.
2. Meletakkan sutrah (pembatas) dan memandang hanya ke tempat sujud.
3. Mengosongkan hati dari kesibukan-kesibukan lainnya. Bila terlintas pikiran lain di benak kita, maka segera ditampik dan tidak diindahkan. Bila ada kesibukan atau keinginan maka segera dituntaskan sebelum sholat, seperti bila lapar maka makan terlebih dahulu, bila hendak buang air maka segera membuangnya, dsb.
Lanjutkan membaca
2
Nov
Oleh ummu salamah pada Aqidah. Ditandai:akhlaq, candi borobudur, fitnah, ied, syiar Islam, tauhid, tempat wisata. Tinggalkan sebuah Komentar
Pertanyaan:
Apa hukumnya berkunjung ke tempat-tempat wisata yang merupakan tempat ibadah orang kafir seperti Candi Borobudur dan semisalnya ?
Rasyid Ariefiandy (salafy…@myquran.com)
Jawab:
Oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari
Lanjutkan membaca
30
Okt
Oleh ummu salamah pada Shalihaat. Ditandai:emas, nishab, perak, perhiasan, perhiasan dunia, wanita, wanita penghuni neraka, zakat. Tinggalkan sebuah Komentar
Benarkah perhiasan emas dan perak wajib dikeluarkan zakatnya? Pertanyaan seperti ini bisa jadi masih acap muncul di tengah masyarakat. Bagaimana pula dengan perhiasan yang menggunakan bahan selain emas dan perak? Simak kajian berikut!
Wanita identik dengan berhias dan mengenakan perhiasan. Karenanya dalam Kalamullah yang mulia dinyatakan:
أَوَمَنْ يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ
“Apakah patut (menjadi anak Allah) orang (wanita) yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan, sedangkan dia tidak dapat memberi alasan yang jelas dalam pertengkaran?” (Az-Zukhruf: 18)
Ayat yang mulia di atas menunjukkan, secara tabiat wanita memang senang berhias guna menutupi kurangnya kecantikan/ keindahannya. Sehingga ia menggunakan perhiasan dari luar sejak kanak-kanak untuk melengkapi dan menutupi kekurangannya. (Tafsir Ibnu Katsir, 4/135, Taisir Al-Karimirir Rahman, hal. 764)
Mengenakan perhiasan jelas sesuatu yang halal. Namun harus diketahui bahwa dalam syariat yang mulia ini ada pembahasan, apakah perhiasan yang dikenakan wanita harus dikeluarkan zakatnya atau tidak. Perhiasan yang menjadi pembicaraan di sini tentunya terbatas pada perhiasan yang terbuat dari emas dan perak, tidak yang selainnya, baik itu berupa mutiara, intan, berlian, dan sebagainya.
Al-Imam Malik rahimahullahu berkata, “Tidak ada zakat pada lu`lu` (mutiara), misik, dan ‘anbar.” (Al Muwaththa` no. 1/232)
Lanjutkan membaca
29
Okt
Oleh ummu salamah pada Akhlaq dan Adab. Ditandai:akhlaq, anak, bahaya ipar, bertamu, fitnah, mahrom, meminta izin, menundukkan pandangan. & Komentar
1. Apabila kamu ingin mengunjungi seseorang, maka kamu harus mengetuk pintu dengan pelan, dan bersabarlah berdiri di samping kanan pintu agar kamu tidak melihat bagian dalam rumah ketika pintu dibuka. Karena bisa jadi yang keluar adalah wanita yang diharomkan memandangnya. Apabila tidak ada jawaban, maka ketuklah pintu sekali lagi dan tunggu, kemudian yang ketiga maka izin setelah itu (kalau belum ada izin maka kembali dan jangan mengetuk yang keempat kali,-pent)
Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Apabila kalian meminta izin tiga kali dan belum diizinkan, maka kembalilah.” [Muttafaqun'alaih]
Lanjutkan membaca
27
Okt
Oleh ummu salamah pada Fiqh. Ditandai:bahaya riya', baitullah, bid'ah, haji, ka'bah, mahrom, shalawat badar, thawaf. Tinggalkan sebuah Komentar
Perjalanan suci menuju Baitullah membutuhkan bekal yang cukup. Di samping bekal harta, ilmu pun merupakan bekal yang mutlak dibutuhkan. Karena dengan ilmu, seseorang akan terbimbing dalam melakukan ibadah hajinya sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lebih dari itu, akan terhindar dari berbagai macam bid’ah dan kesalahan, sehingga hajinya pun sebagai haji mabrur yang tiada balasan baginya kecuali Al-Jannah.
Berangkat dari harapan mulia inilah, nampaknya penting sekali untuk diangkat berbagai kesalahan atau bid’ah (hal-hal yang diada-adakan dalam agama) yang sekiranya dapat menghalangi seseorang untuk meraih predikat haji mabrur. Di antara kesalahan-kesalahan itu adalah sebagai berikut:
Lanjutkan membaca
Komentar Terhangat