Apa dan Bagaimana Nifas itu ???

Nifas yaitu darah yang keluar dari RAHIM karena sebab melahirkan atau setelah melahirkan.

Darah Nifas yaitu darah yang tertahan tidak bisa keluar dari rahim dikarenakan hamil. Maka ketika melahirkan, darah tsb keluar sedikit demi sedikit hingga 40 hari atau kurang dari itu. Dan apabila engkau melihat darah keluar sebelum melahirkan disertai TANDA-TANDA KELAHIRAN, maka itu termasuk darah nifas.

 

dan apa yang dinamakan Melahirkan, yaitu jika yang keluar dari rahimnya itu sudah berbentuk Manusia, baik bentuknya sempurna ataupun tidak. Minimal berbentuk manusia, sekitar 81 hari (bulan ke-3).

Maka, apabila keluar sesuatu dari rahim sebelum waktu tsb (81 hari), dan disertai dengan keluarnya darah, maka janganlah menganggap itu Darah Nifas, jangan tinggalkan sholat & puasa, karena yang keluar tsb adalah darah yang rusak dan dia dihukumi ISTIHADHOH !!!

 

Waktu masa Nifas yang paling lama pada umumnya wanita adalah 40 hari, dimulai sejak melahirkan atau sebelum melahirkan (yg disertai TANDA2 KELAHIRAN), berdasarkan hadits dari Ummu Salamah radhiyallohu ‘anha, 

“Wanita2 mengalami nifas pada masa Rosulullah selama 40 hari.” HR. Tirmidzi dan selainnya

 

Dan jika suci sebelum 40 hari dengan tanda berhentinya darah, maka hendaklah ia mandi dan sholat karena TIDAK ADA batasan ataupun DALIL yang membatasi minimal jumlah hari Nifas.

 

Jika sudah selesai masa 40 hari akan tetapi darah tidak berhenti-henti / tetap keluar darah, maka perhatikanlah ! Bila keluarnya di saat ‘adah (kebiasaan) haidh, maka itu darah haidh. Akan tetapi jika darah keluar terus dan tidak pada masa2 (‘adah) haidh, maka disini ada khilaf para ulama’, Allohu a’lam.

 

 

Ket. Tambahan, Jika darah Nifas berhenti  sebelum 40 hari, kemudian dia mandi, lalu melakukan ibadah sholat & puasa. Tiba-tiba darahnya keluar lagi SEBELUM HABIS MASA 40 HARI, maka yang benar adalah hendaknya darah itu dihukumi Nifas.

Adapun puasa yang dia sudah laksanakan ketika suci tadi maka puasanya sah, dia tidak wajib mengQodho’ puasa yang dia lakukan ketika suci tadi.

 

 

ket :

1. Darah yang keluar lewat dari 40 hari BERTEPATAN dengan Masa/’adah haidhnya, maka dihukumi Haidh.

2. Darah yang keluar lewat dari 40 hari BUKAN PADA MASA2/’ADAH HAIDHNYA, KELUAR TERUS MENERUS DAN TIDAK BERHENTI, maka hal itu adalah ISTIHADHOH. Oleh karena itu janganlah ia meninggalkan ibadah setelah 40 hari.

3. Darah yang keluar melebihi 40 hari, TIDAK BERTEPATAN DENGAN MASA2/’ADAH HAIDHNYA, dan TIDAK KELUAR TERUS MENERUS, maka inilah yang terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama’, ada yang berpendapat dihukumi Istihadhoh, ada pula yang menganggap itu Haidh. Ahsannya, qt bisa membedakan dari Sifat Darahnya.

 

 

Wallohu Ta’ala a’lam bish-showwab,,,

-diringkas dari kitab Tanbihaat ‘ala Ahkam Takhtashu bil Mu’minaat karya Syaikh Sholih Al Fauzan dan Risalah Haidh karya Syaikh Al Utsaimin-

 

 

========================================================

baca juga…..,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: