ASKES pada PNS

Pertanyaan :

Assalamu’alaykum

Afwan ustadz ada yg ingin ana tanyakan
bagaimana hukum Askes yg ada di lingkungan Pegawai Negeri Sipil (PNS)?

Dimana setiap pegawai dipotong gajinya tiap bulan untuk iuran tersebut
dan mau tidak mau harus dipotong karena sudah termasuk dalam perhitungan gaji PNS.
Oleh karena itu, setiap PNS dapat mengurus pembuatan Kartu Askes yg nantinya bisa digunakan dalam pelayanan jasa kesehatan yg diselenggarakan oleh rumah sakit pemerintah atau swasta (yg ditunjuk) untuk mendapatkan keringanan biaya (bahkan ada yg gratis,tergantung pelayanan jasa keshatan yg digunakan). Dan Askes ini adalah program pemerintah untuk kesejahteraan PNS.

 
Gambarannya seperti ini
Misalkan Istri ana hamil, dan persalinannya dilakukan di rumah sakit pemerintah.
Biaya persalinan mencapai 6 juta rupiah (misal lahir dg operasi cesar). 
Karena ana sebagai suami memiliki kartu Askes, maka biaya persalinan td ana hanya membayar 3 juta saja.

 
Apakah ini termasuk asuransi yg dilarang?
dan bagamana asuransi yg diperbolehkan dalam Islam?
kemudian bagaimana potongan Askes yg ada dalam daftar gaji kita, karena mau tidak mau itu sudah termasuk dlm perhitungan gaji dan kita tidak bisa menolaknya.

Afwan ustadz kalo kata-kata ana di atas ada yang salah dan terlalu panjang
semoga Allah Subhana wa Ta’ala membalas kebaikan antum dan selalu menjaga antum.

Jazakallahu Khoir.

 

 

Jawaban :

oleh Al-Ustadz Dzulqornain bin Muhammad Sunusi

 

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabaraktuh

Asuransi kesehatan dengan bentuk disebutkan adalah hal yang tidak diperbolehkan dalam ketentuan syari’at kita. Sandaran pelarangan karena terdapat dalam asuransi tersebut sejumlah pelanggaran syari’at, yaitu :
1. Terdapat didalam perbuatan riba dengan dua jenisnya. Karena orang yang membayar asuransi akan mendapatkan jasa atau bayaran melebihi apa yang dia bayar. Dan ini disebut riba fadhal. Kemudian pembayaran atau tanggungan dari pihak asuransi didapatkan pada masa mendatang tatkala anggota asuransi memerlukannya. Dan ini disebut dengan nama riba nashi’ah.
2. Terdapat didalam perbuatan qimar yang diharamkan dalam syari’at kita. Karena orang yang membayar asuransi mungkin mendapat keuntungan dari keanggotaannya dan mungkin tidak mendapatnya. Itulah hakikat qimar yang diharamkan dimana seorang masuk dalam sebuah transaksi yang mungkin dia untung dan mungkin dia rugi, dengan memberi bayaran.
3. Terdapat didalamnya bentuk ghoror (ketidakjelasan). Sedang ghoror adalah yang terlarang dalam transaksi muamalat.
4. Terdapat didalamnya bentuk memakan harta manusia dengan kebatilan. Karena orang memakai jasa asuransi ketika mendapat bayaran yang lebih dari biaya keanggotaan yang dia keluarkan maka kelebihan biaya tersebut diambil dari bayaran anggota lainnya, sehingga kapan dia mengambilnya berarti dia telah memakan harta manusia tanpa haq.

 

Dan ada beberapa pelanggaran lainnya disebutkan oleh sejumlah ulama besar di masa ini sehingga mereka menfatwakan haramnya segala jenis asuransi kesehatan dan asuransi komersial.

Yang saya nesahatkan kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat yang tidak bisa terlepas dari kewajiban membayar asuransi agar senantiasa bertakwa kepada Allah dan hanya menggunakan sesuatu yang dihalalkan.
Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Wallahu A’lam.

 

-dicopy dari Milis Nashihah-

About these ads

6 responses to this post.

  1. Posted by abu muhammad idriesz on 27 Oktober 2009 at 8:57 AM

    walhamdulillahi subhanahu wa ta’alaa

    ana ga jadi bikin askes ah….

    walopun kemaren sakit habis banyak wat biaya RS

    Balas

  2. Posted by afdal abdullah on 15 April 2010 at 8:06 PM

    mohon maaf ustadz, cuma mau ikut komentar. Mungkin kita perlu sama2 mempelajari Askes seperti apa yang dilarang karena mengandung unsur yang ustadz sebutkan. Ini informasi saja dari saya , semoga bisa jadi pertimbangan.
    Askes PNS yang sdr ikuti bukanlah jenis Askes komersial seperti pada umumnya asuransi. Tapi model jaminan sosial wajib yang di pakai untuk membuat mekanisme gotong royong atau subsidi silang pada semua pesertanya dalam hal ini PNS, Pensiunan, Veteran dan keluarganya. Karena sifatnya yang wajib, maka potongan yang harus kita bayar setiap bulannya relatif sangat kecil dibandingkan dengan manfaatnya yang sangat besar. Kisaran besar iuran saat ini adalah atau 2 % dari gaji atau sekitar 20-30 ribu perbulan per orang… bandingkan dengan asuransi komersial for profit yang preminya sangat besar) . Dengan potongan yang kecil ini akan mendapatkan manfaat mencakup sakit biasa hingga sakit yang sangat parah, misalnya operasi jantung yang biayanya mencapai ratusan juta atau cuci darah yang memerlukan biaya jutaan dan kontinue seumur hidup.. (byangkan kalau cuci darah setiap pekan3 kali dengan biaya per kali 800 ribu rupiah untuk sterusnya..bisa hingga puluhan tahun).Manfaatnya sama dari pegawai rendah hingga pegawai tinggi. perbedaannya hanya di kelas perawatan. Biaya untuk semua manfaat ini hanya bisa dibayar bila ada mekanisme yang namanya asuransi sosial atau jaminan sosial. Dengan jumlah yang sangat banyak seluruh indonesia, maka iuran yang terkumpul bisa dipake oleh keluarga/ peserta PNS yang lain yang membutuhkan. Mungkin saat ini kita belum membutuhkan karena kita belum sakit, tapi ada pula peserta penyakit kronis yang lain yang membutuhkan itu setiap hari. Catatlah berapa penderita cancer, kelainan darah, penyakit jantung , diabetes atau penyakit kronik lainnya yang saban hari berobat ke RS.. cobalah tengok kunjungan RS pemerintah setiap hari.. hampir semuanya keluarga / pst pengguna Askes. Untuk merekalah iuran kita digunakan… dan jangan lupa kitapun semua bukan tidak mungkin mendapat resiko ini tanpa kita ketahui kapan itu akan datang.
    Mohon maaf ustadz, ilmu saya terbatas, tapi kalau kita menelaah latar belakang kenapa kita diwajibkan ikut askes (jaminan sosial) adalah untuk menjamin terciptanya sistem gotong royong antar sesama peserta. Bila kita berpikir layaknya ini askes sukarela atau Askes komersial yang cari untung , maka pastilah premi yang dibayar setiap orang berbeda tergantung penyakitnya. Mungkin pula yang sehat2 gak mau ikut asuransi karena belum menderita sakit tapi yang sakit kronis..? asuransi pasti gak mau menerima..Pada point ini saya rasa memang mekanisme asuransi patut kita pertanyakan karena betul2 mencari keuntungan. Namun menurut hemat saya sekali lagi mekanisme yang mendasari asuransi sosial adalah prinsip Saling bantu dan gotong royong.
    Oleh karena itu pengelolaan Asuransi Sosial haruslah bersiaft nirlaba.. (not for profit) bukanlah untuk mencari keuntungan. tapi yang ada adalah iuran yang terkumpul haruslah digunakan sebesar2nya untuk kepentingan seluruh peserta (UU Sistem Jaminan Sosial Nasional telah mengadop itu).
    kalau kita perhatikan, mungkin analoginya adalah,..sama saja kalau dana tersebut dikumpul pada sebuah lembaga agama semacam baitul maal dan disumbangkan bila ada salah seorang anggota yang menderita sakit.. kita bisa mengumpulkan uang atau iuran setiap orang sedikit2 setiap bulan tapi bisa membiayai saudara kita muslim yang sakit berat)
    Terakhir, saya mau sumbang saran bila berkenan, sy pernah membaca buku Asuransi dalam Islam atau asuransi syariah (mohon maaf agak lupa judulnya..), kalo gak salah di karang oleh Dr. Syakir Sula. Ada bab khusus yang membahas tentang Asuransi Sosial.
    Wallahu A’lam bish shawab

    Balas

    • Na’am, syukron atas keterangannya.
      Tapi ‘afwan, ana bukanlah seorang ustadz, ana hanyalah seorang thullabul ‘ilmiy. Dan artikel tsb ana ambil dari sebuah milis.
      Ahsan antum menanyakan langsung permasalahan Askes ini pada asatidz di Milis Nashihah, semoga antum mendapatkan jawaban yang lebih syar’i dan ilmiah.
      baarokallohu fiikum,,

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: